Tuesday, September 3, 2013

Kebanyakan Tentang

Masih bisa bahagia dengan sebegitu baiknya tanpa warna satu.
Jadi apa bedanya dia berwujud atau menguap di semesta mu?
Dasar berada itu butuh bukan?
Seperti hukum ekonomi, apa penawaran akan bisa bertahan hidup jika tidak ada yang meminta?
Apa permintaan bisa dibentuk dan dipaksa?
Apa kebutuhan seseorang bisa diatur orang lain?
Bukankah terkadang saru memilih dan atau menentukan kebutuhan sendiri?
Tak jarang bersinggung dan tertipu dengan berbagai ingin..

Jadi inilah.. Mengatasnamakan jarak, ruang, spasi, jeda atau apalah..
Mungkin benteng..
Atau perlindungan..
Atau kebebasan?
Warna satu berlalu bukan melaju,
kembali jadi masa lalu,
mencoret tunggal laman pribadinya,
asik sendiri dan datar-datar saja,
mungkin ada warna, manis sederhana..
hanya bedanya.. kertas ini sekarang broken white...
and broken white will never be white.. no matter how hard you try to wash it.. no matter what brand of whitening u use.. it's broken, pal..

Mari silahkan saling menghargai... :)

Pohon Mengajar

Tidak kah kau lihat pepohon selayak hamba Tuhan tersetia?

Kaki-kaki kuat cengkeram tanah demi tubuh yang tak henti berlomba menggapai rindu..
Rindunya pada Yang Kuasa,
Harapnya akan hujan,
laparnya pada matahari,
manjanya pada bulan dan malam..

Lihat jenjang tubuh merenggang memanjang mendekat arrasy,
tengok jemari daun menengadah terangkat memohon memuja berdoa,
dengar bisik dzikir seiring tarian helai bersinggung terhembus angin,

seumur hidupnya...

apaapa

Hingga menutup usia pun belum tentu akan memahami benar makna nya.
Menilainya mungkin hanya akan melukiskan kesombongan,
merasanya mungkin hanya imaji,
melihatnya mungkin hanya harap,
menangisinya hanya ratap,
memujinya terlalu naif,
menghinanya? Dangkal sekali.
Mendekap terlalu mengikat,
melepas terlalu bebas...

Mahaguru yang berilmu syukur tak terhingga sudah mengajarkan,
berkali-kali...
Tapi apa kau dengar dan pahami?
Karena ilmu tanpa atensi keinderaan akal dan hatimu hanya berarti dungu.