Hingga menutup usia pun belum tentu akan memahami benar makna nya.
Menilainya mungkin hanya akan melukiskan kesombongan,
merasanya mungkin hanya imaji,
melihatnya mungkin hanya harap,
menangisinya hanya ratap,
memujinya terlalu naif,
menghinanya? Dangkal sekali.
Mendekap terlalu mengikat,
melepas terlalu bebas...
Mahaguru yang berilmu syukur tak terhingga sudah mengajarkan,
berkali-kali...
Tapi apa kau dengar dan pahami?
Karena ilmu tanpa atensi keinderaan akal dan hatimu hanya berarti dungu.
No comments:
Post a Comment