Mungkin begitu itu ya untuk menujuMu. Sulit, lelah, sakit. Tapi jika benar bertekad, kita semua akan sampai. Dekat. Bahagia.
Terimakasih untuk rumputMu. Yang diakhir usia tandusnya masih berkenan menopang beban kami hingga tidak tergelincir dan jatuh.
Terimakasih untuk bunga liarMu. Mungil sekali. Tapi tetap cerah merekah diantara luka lahan yang terbakar. Mengajarkan kami untuk bertahan dan berbagi semangat.
Terimakasih untuk jalan setapakMu. Yang kelokannya tampak dari kejauhan. Bukan untuk membuat cemas tentang apa yang ada di depan kami, tapi untuk mengingatkan apa yang sudah kami lewati. Dan apakah itu semua cukup berharga untuk dilepaskan begitu saja dengan satu kata: menyerah.
Terimakasih untuk negeri awanMu. Indah bukan buatan. Membentuk khayalan nyata di benak kami tentang khayangan.
Terimakasih untuk angin dan batu besarMu. Mendekatkan kami yang asing selayaknya sahabat lama yang saling menjaga.
Terimakasih untuk terbit dan tenggelamMu. Mengaguminya selalu. Dimanapun.
Terimakasih untuk bintang-bintangMu. Terlihat JAUH lebih banyak dari biasanya. Dan terimakasih telah menjatuhkan satu untukku. Apa harapannya sempat terdengar? :p
Terimakasih untuk bulanMu. Yang bahkan terangnya mengalahkan lampu yang kami bawa. Luar biasa.
Terimakasih untuk savanaMu yang berundak-undak luas. Yang seolah berbisik setiap terhembus nafasMu, mengiringi langkah kami yang terbata-bata.
Terimakasih untuk ayah kirimanMu. Yang dengan beritanya membuat kaki ini ingin berlari sejauh-jauhnya. Ke rinjaniMu. Tetap atas restunya tentu saja.
Terimakasih untuk Ibu, Mas Awang, T Ine, Uli, A Rangga, Windut, A Fajar, dan AnisMu. Yang dengan doa nya telah menenangkan hati ini untuk tak berhenti berlari.
Terimakasih untuk Indah, Agung, Doni, dan PanduMu. Tanpa teman perjalanan yang tepat, puncakMu mustahil ku jejak.
Terimakasih untuk Iie dan VinaMu. Yang bersedia memaafkan kami atas keingkaran rencana 7bulan lampau. Aku tau dibalik emosi dan kecewanya ada doa untuk kami.. *pede *peluk
Terimakasih untuk Anggi, Isny, Nina, Yuki, Tiwi, Lisna, Amiw, dan Mas SajliMu. Pelukan jauhnya, pantauannya, jas ujan nya, kamera nya, jahe nya, jaket nya, sleeping bag nya, minyak kayu putihnya, sambutan anget banget nya, warung rarangnya. Lebih dari sesuatu!
Terimakasih untuk orang-orang asingMu. Yang menawarkan persaudaraan. Hangat. Mengingatkan untuk maju terus karena di depan sana sudah menunggu kebahagiaan.
No comments:
Post a Comment