Sang pendosa memaki akhir minggu nya.
"Jika kau ada, kenapa tak ada guna?"
Sang pendosa menangis berteriak.
"Kupercayakan sebutir pengharapan sederhana padamu. Apa pasal??"
Sang pendosa meratap.
"Kukayuh senin ke jumat. Jumat ke sabtu. Dan sabtu yang terasa menanjak. Untukmu.."
Akhir minggu diam. Dengan alis terangkat, diucapkannya dengan lembut..
"Sudahkah kau berkaca?"
No comments:
Post a Comment