Saturday, August 8, 2015

Waktu Sholat

Bertemu Kau dengan telungkup tangan di perut. Hingga saat melakukannya dalam lapar, yang dilafalkan dalam nurani tersembunyi adalah nasi. Maaf..

Melihat yang lain bertemu Kau dengan telungkup tangan di sisi. Mereka bilang itu simbol siap senjata. Ketika bertemu dengan Mu dan memerangi lawan di waktu yang sama. Tapi bukankah pertemuan kita berjaman? 

Lalu aku melakukannya dengan telungkup tangan di atas dada. Tepat di atas jantung. Bukti hidup absolut. Dan itulah keindahan pertemuan ini.

Bagaimanapun keadaanku, detak dan nafas yang terasa di telapak tangan ini, menyadarkan kasihMu yang tanpa syarat. Mendengungkan hanya satu kata: KESEMPATAN.

Untuk yang satu ini saja. Aku tidak ingin debat kusir yang benar atau salah. Ini pertemuan rahasia. Ketika ku rasa dengan cara ini hangatMu tersentuh, maka itulah yang seharusnya.

Kurasakan kembali detakku, dan nafas yang mengalurinya. Hingga terbersit syukurku yang sederhana: Terimakasih percayakan ku hidup yang ini, yang satu ini saja.



-2011

No comments:

Post a Comment